LOLOS PASSING GRADE BELUM TENTU GENGGAM TIKET SKB

Rumbia, Pemerintah Kabupaten Bombana melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya manusia (BKPSDM) Kab. Bombana telah melaksanakan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) dengan menggunakan metode Computer Assisted Test (CAT) BKN yang diselenggarakan di ruang CAT BKPSDM Kab. Kolaka, Sabtu (01/02/2020).

Peserta SKD CPNS Kab. Bombana berjumlah 399 yang dibagi dalam 2 sesi yakni sesi 4 sebanyak 200, hadir 190  dan tidak hadir 10 peserta sedangkan sesi 5 sebanyak 199, hadir 188 dan tidak hadir 11 peserta.

ANDI GUSTI GALIGO, Kepala Bidang Pengadaan, Pensiun, Informasi dan Kesejahteraan Aparatur BKPSDM Kab. Bombana menjelaskan, rekrutmen CPNS Tahun ini memiliki peluang besar bagi peserta untuk bisa memenuhi passing grade dalam tes SKD. Pasalnya terdapat penyesuaian dari nilai ambang batas dibandingkan tahun sebelumnya.

Kabid Pengadaan, Pensiun, Informasi dan Kesejahteraan Aparatur mengatakan, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kab. Bombana telah melewati tahapan SKD yang berlangsung selama 2 sesi kemarin, baik peserta maupun keluarga atau pengantar bisa langsung mengetahui hasil nilai yang diperoleh.

Dari tiga materi soal yang diujikan, terdapat nilai ambang batas mengalami penurunan. Untuk Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) yang sebelumnya 75 turun 10 poin menjadi 65. Demikian halnya dengan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) yang tahun lalu ditetapkan 143, sekarang jadi 126. Sementara untuk Tes Intelegensia Umum (TIU) masih tetap dengan 80. Dengan begitu minimal total nilai untuk memenuhui passing grade sejumlah 271. ”Syukur Alhamdulillah banyak yang memenuhi passing grade, semoga bisa terisi formasinya,” paparnya.

DHANY SAPUTRA, Kasubbid Pengadaan dan Pensiun Aparatur BKPSDM Kab.  Bombana menjelaskan, berdasarkan ketentuan yang ada tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi Pegawai Negeri Sipil dalam Seleksi CPNS peserta yang lolos passing grade belum tentu bisa melenggang ke SKB, untuk CPNS Kab. Bombana peserta yang lolos PG sebanyak 164 peserta, nilai tertinggi PG diraih oleh Alfin peserta CPNS asal Kota Kendari yang mencoba peruntungan mendaftar di Pemkab Bombana dan mengambil formasi Ahli Pertama Auditor memperoleh nilai TWK 100, TIU 145 dan TKP 144 total 389.

 Kendati demikian, peserta yang memenuhi nilai ambang batas belum tentu menjamin untuk bisa menggenggam tiket ke tahap berikutnya, yaitu Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Terang DHANY SAPUTRA, masing-masing peserta akan tetap bersaing dengan perolehan nilai SKD. Menurutnya, dari  formasi yang dibuka oleh instansi pemerintah kabupaten Bombana, masing-masing hanya akan diambil tiga peserta yang berhak lolos tahap seleksi CPNS berikutnya.

Dia mencontohkan, misalnya dari  22 formasi yang dibuka, nanti hanya akan diambil tiga kalilipatnya atau 66 peserta. ”Jadi tidak keseluruhan yang lolos (passing grade) SKD bisa langsung ikut SKB. Kita ambil tiga tertinggi dari setiap formasi,” tegasnya.

Pasalnya, rangkaian rekrutmen CPNS sejak pendaftaran hingga tahapan awal dilakukan secara online dan transparan, sehingga tidak ada pihak dari lembaga maupun instansi manapun yang bisa memuluskan langkah memperoleh kursi CPNS. Oleh karena itu, jika ada pihak yang mengaku bisa membantu meloloskan CPNS dengan syarat tertentu, DHANY SAPUTRA memastikan hal itu adalah tindak penipuan. ”Kita tidak ada celah sama sekali untuk intervensi” pungkasnya.

LOLOS PASSING GRADE BELUM TENTU GENGGAM TIKET SKB